Do Your Best
June 26th, 2007 by eric-srgIf GOD meant the day to be perfect,
HE would have not created tomorrow..
So..
Don’t worry if your day is not that perfect..
You still have tomorrow..
Do your Best..!!!
If GOD meant the day to be perfect,
HE would have not created tomorrow..
So..
Don’t worry if your day is not that perfect..
You still have tomorrow..
Do your Best..!!!
Happiness comes
not because we do great things..
But because we do small things
with great Love..
Life’s like a piano…
White keys represent happiness..
Black keys show sadness..
but as you go through life’s journey,
remember that black keys make music too..
Love is like "missed call"
it stops when you try to catch…
but friendship is like "sms"
b’coz it comes and stay inside your inbox
until you delete it…
Persahabatan itu seperti tangan dan mata..
Saat tangan terluka, mata menangis..
Saat mata menangis, tangan menghapus air matanya..
I wonder what would happen if we treated our Bible
like we treat our cell phones?
What if we carried it
around in our purses or pockets?
What if we turned
back to go get it if we forgot it?
What if we flipped
through it several times a day?
What if we used it to
receive messages?
What if we treated it like we
couldn’t live without it?
What if we gave it to kids
as gifts?
What if we used it as we traveled?
What if
we used it in case of an emergency?
What if we
upgraded it to get the latest version?
This is
something to make you go, hmmm, where is my Bible?
Oh,
and one more thing. Unlike our cellphones, we don’t
ever have to worry about our Bible being disconnected
because Jesus already paid the bill. Go pick up your
Bible now, read the message!
Di yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat. Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata, “ Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?”
“Tungggu beberapa menit,” Socrates menjawab. “Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana. Ini disebut Triple Filter Test.”
“Triple Filter?”
“Benar,” kata Socrates. “Sebelum kita bicara tentang teman saya, saya kira bagus kalau kita mengambil waktu beberapa saat dan menyaring apa yang akan Anda katakan. Itulah sebabnya saya menyebutnya triple filter test.”
Filter pertama adalah KEBENARAN. “Apakah Anda yakin sepenuhnya bahwa yang akan Anda katakan pada saya benar?”
“Tidak,” jawab orang itu, “sebenarnya saya hanya mendengar tentang itu."
“Baik,” kata Socrates. “ jadi Anda tidak yakin bila itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua, filter KEBAIKAN. Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?”
“Tidak, malah sebaliknya …”
“Jadi,” Socrates melanjutkan, “Anda akan berbicara tentang sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi karena masih ada satu filter lagi, yaitu filter KEGUNAAN. Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?”
“Tidak, samasekali tidak.”
“Jadi,” Socrates menyimpulkan, “ bila Anda ingin mengatakan sesuatu yang belum tentu benar, buruk dan bahkan tak berguna, mengapa Anda harus mengatakannya pada saya?”
Itulah mengapa Socrates adalah filsuf besar dan sangat terhormat. Kawan-kawan, gunakan triple filter test setiap kali Anda mendengar sesuatu tentang kawan dekat atau kawan yang Anda kasihi.
sumber: http://www.geocities.com/situskris/t_socrates_dan_pengetahuannya.htm
Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan!
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia…
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Tuhan sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon…
Tuhan selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…
Tuhan punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…
Tuhan telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Tuhan telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa di manapun kau atau ke manapun kau menghadap… TUHAN TAHU
LIHATLAH KUEKU MAMA
Hari ini ulang tahun pernikahan papa dan mama. Sejak sore
mereka pergi dan akan makan malam di luar. Aku ingin membuat kue tart dari
resep yang kudapat di sebuah majalah. Setelah dua belas tahun, inilah pertama
kalinya aku belajar membuat kue.
Aku akan mencoba membuat kue terbaik untuk kupersembahkan kepada papa dan mama
di hari istimewa ini. Aku sudah membeli semua bahan yang diperlukan dan begitu
mobil yang dikendarai apa dan mama keluar dari pagar rumah, aku segera berlari
ke dapur untuk membuat kue.
Aku sangat sibuk dengan kueku sehingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
Hari sudah malam dan mungkin sebentar lagi papa dan mama akan pulang. Aku
mengangkat kueku dari oven. Aku mencicipinya dan lapisan luarnya terasa agak
pahit karena gosong.
Aku menarik nafas sambil memandang dapur yang berantakan. Blender dan mixer
yang kotor, ada tepung yang bertaburan di lantai dan meja, ditambah lagi dengna
mangkok-mangkok kotor yang belum sempat kubereskan, dan sebagainya.
Mana yang lebih dahulu harus kukerjakan, apakah menyelesaikan lapisan coklat di
kueku atau membereskan dapur yang berantakan. Akhirnya aku memutuskan untuk
menyelesaikan kueku. Ketika kueku selesai, aku mendengar suara mobil memasuki
halaman rumah.
Aku segera mematikan lampu dan berharap ketika papa dan mama masuk ke dapur
akan senang dengan kejutanku. Benar saja, papa dan mama berjalan berdampingan
menuju dapur dan ketika mereka sampai di pintu, aku menyalakan lampu sambil
berteriak "Suprise …!"
Mereka tersenyum dan aku memeluk mereka sambil mengucapkan selamat atas
pernikahan indah mereka. Namun beberapa saat kemudian raut wajah mama berubah
dan mama menjadi marah. "Coba lihat, apa yang sudah kau perbuat di dapur
ini sehingga sangat berantakan. Sudah berapa kali mama katakan kepadamu untuk
segera merapihkan sendiri segala sesuatu yang sudah kau buat menjadi
kacau"
"Tetapi Ma …"
Belum sempat aku menjelaskan semuanya, mama sudah berpaling berjalan menuju
kamarnya sambil berkata, "Seharusnya mama mengawasimu merapikan semua ini
sekarang juga, tetapi sekarang mama sedang kesal. Besok pagi mama mau semuanya
sudah rapih."
"Sayang, coba lihat ke meja itu," kata papa mencoba meredakan amarah
mama.
"Aku tahu bahwa meja itu juga sangat berantakan dan aku juga tidak akan tahan
melihatnya," kata mama sambil berjalan.
Aku dan papa hanya terdiam. Aku menangis dan memeluk papa sambil berkata,
"Pa, bahkan mama tidak melirik sedikit pun ke kue itu."
Papa membelai rambutku sambil berkata, "Sayang, banyak orang tua menderita
penyakit situational timberculer glaucoba - ketidakmampuan melihat gambaran
secara menyeluruh karena terpengaruh oleh hal-hal kecil, dan itu yang terjadi
kepada mama. Besok setelah mama tahu kau membuat kue untuknya, hatinya pasti
akan terharu."
Kita seringkali gagal melihat motivasi baik yang terbungkus oleh suatu keadaan
yang buruk. Situational timberculer glaucoba membutakan kita sehingga kita
tidak bisa melihat bentuk cinta kasih atau penghargaan yang dipersiapkan oleh
orang-orang yang kita kasihi.
Ada seorang ibu yang mencubit anaknya hingga memar karena anaknya memecahkan dua
buah piring yang akan dicucinya. Manakah yang lebih berharga, terbentuknya
kerajinan anak atau harga dua buah piring yang pecah itu ?
Jangan lukai perasaan orang yang kita kasihi karena hal-hal yang kecil,
telusuri motivasi awal mereka ketika melakukan suatu hal kemudian bimbing
mereka untuk melakukannya dengan cara yang lebih baik.
Ada seorang
tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya
terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu
adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji
tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali
arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang
kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu
mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.
Tibalah saat makan siang.
Para pekerja serta pemilik
arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka
mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia
menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali
arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira.
Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan
serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil
menemukan arloji itu.
"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?",
tanya si tukang kayu.
"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam
keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu
di mana arloji itu berada", jawab anak itu.
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit
diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam
seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’.
Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah
menghadapi setiap permasalahan. "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada
dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 4:6). "
www.cerita-kristen.com