Archive for June, 2007

A Friend…

Saturday, June 30th, 2007

 

Accepts you as you are
Believes in "you"
Calls you just to say "HI"
Doesn’t give up on you
Envisions the whole of you (even the unfinished parts)
Forgives your mistakes
Gives unconditionally
Helps you
Invites you over
Just "be" with you
Keeps you close at heart
Loves you for who you are
Makes a difference in your life
Never Judges
Offer support
Picks you up
Quiets your fears
Raises your spirits
Says nice things about you
Tells you the truth when you need to hear it
Understands you
Values you
Walks beside you
X-plains thing you don’t understand
Yells when you won’t listen and
Zaps you back to reality

No Time

Wednesday, June 27th, 2007

I knelt to pray but not for long,
I had too much to do.
I had to hurry and get to work
For bills would soon be due.
So I knelt and said a hurried prayer,
And jumped up off my knees.
My Christian duty was now done
My soul could rest at ease.
All day long I had no time
To spread a word of cheer.
No time to speak of Christ to friends,
They’d laugh at me I’d fear.
No time, no time, too much to do,
That was my constant cry,
No time to give to souls in need
But at last the time, the time to die.
I went before the Lord,
I came, I stood with downcast eyes.
For in his hands God held a book;
It was the book of life.
God looked into his book and said
"Your name I cannot find.
I once was going to write it down…
But never found the time"

Tapak kaki di pasir

Wednesday, June 27th, 2007

Pada suatu malam seorang laki-laki bermimpi. Ia bermimpi
berjalan di tepi pantai bersama Tuhan. Dari langit terkilas adegan-adegan yang
terjadi dalam hidupnya. Pada setiap adegan ia selalu melihat ada dua pasang
tapak kaki di pasir, satu tapak kakinya sendiri dan satu lagi tapak kaki Tuhan.

Pada saat adegan terakhir dalam hidupnya terkilas di
depannya, ia menengok kembali ke jejak tapak kaki di pasir. Ia melihat bahwa
pada banyak kali pada jejak hidupnya ternyata hanya ada sepasang tapak kaki dan
ia melihat itu terjadi justru pada saat-saat yang paling sulit dan menyedihkan
dalam hidupnya.

Ini merisaukannya dan ia bertanya pada Tuhan tentang itu.
“Tuhan, Engkau berkata bila sekali aku memutuskan mengikuti-Mu, Engkau akan
selalu berjalan menyertaiku. Tetapi aku melihat bahwa pada saat-saat yang sukar
dalam hidupku, hanya ada sepasang tapak kaki. Aku tidak mengerti mengapa pada
saat aku paling membutuhkan-Mu, Engkau justru meninggalkanku.”

Tuhan menjawab, “Anakku yang Kukasihi, Aku mencintaimu dan
tak pernah meninggalkanmu. Pada saat kamu mengalami pencobaan dan menderita,
yaitu pada saat kamu melihat hanya ada sepasang tapak kaki, itulah saat Aku
menggendongmu.”

Perumpamaan Sebuah Pensil

Wednesday, June 27th, 2007

Seorang pembuat pensil sebelum menaruh sebuah pensil ke
kotaknya berkata, “Ada tiga hal yang kamu perlu tahu sebelum aku mengirimkanmu ke dunia ini. Selalu
ingatlah itu dan jangan melupakannya, dan kamu akan menjadi pensil yang terbaik
yang kamu bisa.”

“Satu: Kamu akan bisa melakukan banyak hal yang besar hanya
bila kamu membiarkan dirimu dituntun oleh tangan Seseorang.”

“Dua: Kamu akan ditajamkan dari waktu ke waktu, dan ini
menyakitkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang lebih baik.”

“Tiga: Bagian yang
penting dari dirimu adalah yang berada di dalam.”

Pensil itu memahaminya dan berjanji untuk selalu
mengingatnya, dan iapun dimasukkan ke kotak

Bulatan Hitam

Wednesday, June 27th, 2007

Seorang wanita berbicara dengan
seorang pendeta menceritakan kekesalannya pada saudaranya. Ia menceritakan
keburukan-keburukan yang dilakukan saudaranya itu.

Pendeta itu tak mengatakan
apa-apa, ia mengambil selembar kertas lalu dengan pensil ia membuat bulatan
hitam kecil di tengahnya lalu ia bertanya, “Apakah yang kamu lihat?”


Wanita itu menjawab, “Sebuah bulatan hitam.”


Pendeta itu berkata, “Mengapa kamu tidak mengatakan bahwa kamu melihat selembar
kertas putih, mengapa kamu hanya tertarik pada bulatan hitam itu?”

What If…

Wednesday, June 27th, 2007

Bagaimana jika …


Tuhan tidak menyediakan waktu untuk memberkati kita hari ini,
karena kita tidak menyediakan waktu untuk berterima kasih kepadaNya kemarin.

Bagaimana jika …
Tuhan memutuskan untuk tidak memimpin kita besok,
karena kita tidak mengikutiNya hari ini.

Bagaimana jika …
kita tidak melihat bunga-bunga mekar hari ini,
karena kita menggerutu ketika Tuhan mengirimkan hujan kemarin.

Bagaimana jika …
Tuhan berhenti mengasihi dan peduli akan kita,
karena kita tidak mengasihi dan peduli akan orang lain.

Bagaimana jika …
Tuhan mengambil Alkitab besok,
Karena kita tidak membacanya hari ini.

Bagaimana jika …
Tuhan menarik fimanNya,
karena kita tidak mau mendengarNya.

Bagaimana jika …
Tuhan tidak mengirimkan Anak satu-satuNya,
karena Ia menghendaki kita membayar harga dosa-dosa kita.

Bagaimana jika …
Tuhan menutup pintu sorga,
karena kita tidak mau membuka pintu hati kita.

Bagaimana jika …
Tuhan tak mau mendengar kita hari ini,
karena kita tak mau mendengarNya kemarin.

Akhirnya - Gigi

Tuesday, June 26th, 2007

Intro :   FM7            Em7         Dm7        G  (2X)

C             CM7  Dm   Dm/C    Dm/B
Kusadari akhirnya kerapuhan imanku
        Em7   Am7    Dm7         Em7
Telah membawa jiwa dan ragaku
       G/B   Am7       Dm7          G
Ke dalam dunia yang tak tentu arah

C             CM7    Dm     Dm/C     Dm/B
Kusadari akhirnya Kau tiada duanya
   Em7      Am7   Dm7         Em7
Tempat memohon beraneka pinta
G/B         Am7       Dm7        G           C        Csus4      C     G
Tempat berlindung dari segala mara bahaya

Chorus :
C      Am       Dm7
Oh Tuhan mohon ampun
  G              C         Am7          Dm
Atas dosa dan dosa selama ini
G                 E7                       Am7
Aku tak menjalankan perintah-Mu
         E7                     Am7
Tak pedulikan nama-Mu
   Dm7              Em            Dm7    G
Tenggelam melupakan diri Mu

C      Am       Dm7
Oh Tuhan mohon ampun
G              C         Am7          Dm
Atas dosa dan dosa sempatkanlah
G                 E7                       Am7
Aku bertobat hidup di jalan-Mu
         E7                     Am7
‘tuk penuhi kewajibanku
FM7           Em7    Dm7        G             Am7
Sebelum tutup usia kembali pada-Mu
E7                                           Am7         F#m7-5
Oohh… kembali pada-Mu… Oohhh…

Middle intro :
   FM7   Em7    Dm7    G
                 FM7   Em7    D#M7  Dm7   G

Back to chorus

Ending : FM7   Em7   Dm7   G   
              C
Kembali pada-Mu…

Life, Hope, Love

Tuesday, June 26th, 2007

LIFE ends when you stop dreaming..

HOPE is lost when you stop believing..

And LOVE fails when you stop caring..

Never regret a day in your life

Tuesday, June 26th, 2007

Never regret a day in your life..

Good day gives you HAPPINESS..
Bad day gives you EXPERIENCE..

Both are essential to life..
All are GOD’s blessings..

See by Faith, Done by Love, Walk by Grace

Tuesday, June 26th, 2007

GOD could have make a quick ‘click’ to make our troubles disappear..
But thankful HE didn’t, and HE’s not..
Thankfully HE keeps the process,
so that every us learn so many lessons and being characterized..

And you know what?
HE’s here, struggling with us..
Now we learn something, uh?
Simply grateful for every problems we’re having..
And you’ll see, how awesome HIS works are..

See by faith, done by love, and walk by grace..